Selasa, 26 November 2013

(Kemasyarakatan dan Kebudayaan)

Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan
Tema Eye Cathing (Kemasyarakatan dan Kebudayaan)

Permasalahan yang sering terjadi pada masyarakat dan budaya kita saat ini adalah mengenai padatnya penduduk dan pertumbuhan penduduk di indonesia, serta budaya moral bangsa yang kini telah berubah menjadi budaya barat yang seharusnya kita bisa menjaga budaya ketimuran bangsa kita yaitu bangsa indonesia.

Pertama kita harus mengerti apa itu penduduk dan kebudayaa, berikut adalah pengertian  mengenai penduduk.

            Pada hakekatnya, pengertian mengenai penduduk lebih ditekankan pada komposisi umur, jenis kelamin dan lain-lain, tetapi juga klasifikasi tenaga kerja dan watak ekonomi, tingkat pendidikan, agama, ciri sosial, dan angka statistik lainnya yang menyatakan distribusi frekuensi.

Penduduk atau warga suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua:
Pertama orang yang tinggal di daerah tersebut. Dan kedua orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ. Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal di daerah lain. Dalam sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.

ini beberapa hal hal yang sangat berkaitan dengan kependudukan dengan mengkakulasi permasalahan yang timbul


Kepadatan penduduk
            Kepadatan penduduk dihitung dengan membagi jumlah penduduk dengan luas area dimana mereka tinggal. Beberapa pengamat masyarakat percaya bahwa konsep kapasitas muat juga berlaku pada penduduk bumi, yakni bahwa penduduk yang tak terkontrol dapat menyebabkan katastrofi Malthus. Beberapa menyangkal pendapat ini. Grafik berikut menunjukkan kenaikan logistik penduduk. Negara-negara kecil biasanya memiliki kepadatan penduduk tertinggi, di antaranya: Monako, Singapura, Vatikan, dan Malta. Di antara negara besar yang memiliki kepadatan penduduk tinggi adalah Jepang dan Bangladesh.

Berikut ini saya akan memberikan contoh pengendalian jumlah penduduk dengan mengambil sampel di negara cina


Contoh Pengendalian jumlah penduduk yang dilakukan di negara Cina dengan 1 anak Cukup.
Pengendalian penduduk adalah kegiatan membatasi pertumbuhan penduduk, umumnya dengan mengurangi jumlah kelahiran. Dokumen dari Yunani Kuno telah membuktikan adanya upaya pengendalian jumlah penduduk sejak zaman dahulu kala. Salah satu contoh pengendalian penduduk yang dipaksakan terjadi di Republik Rakyat Cina yang terkenal dengan kebijakannya 'satu anak cukup'; kebijakan ini diduga banyak menyebabkan terjadinya aksi pembunuhan bayi, pengguguran kandungan yang dipaksakan, serta sterilisasi wajib.

Indonesia juga menerapkan pengendalian penduduk, biaasa yang dikenal dengan program Keluarga Berencana (KB), meski program ini cenderung bersifat persuasif ketimbang dipaksakan. Program ini dinilai berhasil menekan tingkat pertumbuhan penduduk Indonesia.


Transfer (Perpindahan) penduduk yang dilakukan pada negara - negara lain
Adapun dengan perpindahan penduduk bisa mengurangi jumlah kepadatan penduduk, seperti contoh perpindahan penduduk yang dilakukan bangsa bangsa eropa seperti perpindahan penduduk yang terjadi pada negara turki, yunani, dan bangsa bangsa eropa timur lainnya. kegiatan ini pernah terjadi pada negara kita indonesia selama orde baru

Setelah kita mengetahui tentang kependudukan dan cara mengatasi banyaknya penduduk sekarang kita wajib tahu apa itu kebudayaan dan kebiasaan apa yang sering terjadi dibudaya kita selama ini.

Pengertian Kebudayaan
kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.

Berikut adapun contoh budaya negatif yang terjadi sehari - hari

1. disiplin dalam hal antrian
2. mengambil hak milik orang lain
3. pergaulan bebas.
4. tidak disiplin dalam management waktu.
5. dll

setelah kita mengetahui beberapa budaya negatif, kita harus bisa mengatasi budaya negatif tersebut dengan melakukan kegiatan posistf - positf.

3. Pengertian masyarakat
Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.

Permasalahan yang didapat ialah, kemiskinan, kenakalan remaja, Penyakit - penyakit

            Menurut Soerjono Soekanto masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial.
Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.

Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam.

Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.
Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :

1. Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dll.
2. Faktor Budaya : Perceraian, kenakalan remaja, dll.
3. Faktor Biologis : Penyakit menular, keracunan makanan, dsb.
4. Faktor Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat, dsb. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar