Selasa, 26 November 2013

(Pengetahuan, Teknologi dan Taraf Hidup Masyarakat)


Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kemiskinan
Tema Eye Cathing (Pengetahuan, Teknologi dan Taraf Hidup Masyarakat)
Sebelum kita mengenal tentang inti dari tema terlebih dahulu kita ahrus mengenal apa itu ilmu pengetahuan , teknologi dan kemiskinan baru kita dapat mengetahui permasalaha dan faktor penyebabnya ...
     Pada hakikatnya ilmu pengetahuan merupakan salah satu komponen dalam kehidupan manusia yang sangat penting dan sangat mendasar guna menjalani napak tilas kehidupannya. Dan tentunya setiap orang tua menginginkan anaknya untuk sekolah sekalipun kemiskinan masih menjadi salah satu problem di beberapa negara berkembang seperti halnya Indonesia. Dengan berbagai harapan dari orang tua kepada anaknya, setiap orang tua akan berusaha sekuat tenaga untuk bisa menyekolahkan anaknya setinggi mungkin agar bisa menjadi generasi penerus keluarganya bahkan bangsanya.

TEKNOLOGI
     Ada tiga macam teknologi yang sering dikemukakan para ahli yaitu:
a. Teknologi modern
    Teknologi modern memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
    - padat modal
    - mekanis elektris
    - menggunakan bahan import
    - berdasarkan penelitian mutakhir dan lain-lain
b. Teknologi madya
    Teknologi madya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
    - padat karya
    - dapat dikerjakan oleh keterampilan setempat
    - menggunakan alat setempat
    - menggunakan bahan setempat
    berdasarkan suatu penelitian
c. Teknologi tradisional
    Teknologi tradisional memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
    - bersifat padat karya
    - menggunakan keterampilan setempat
    - menggunakan alat setempat
    - menggunakan bahan setempat
    - berdasarkan kebiasaan atau pengamatan
     Selain tiga macam teknologi yang telah di sebutkan diatas para ahli masih mengemukakan satu macam teknologi, yaitu teknologi tepat. Teknologi tepat berarti suatu spektrum teknologi (dapat berupa teknologi modern, teknologi maupun teknologi tradisional) yang pada hakikatnya telah memenuhi persyaratan teknis, sosial dan ekonomik.
a. Persyaratan teknis
Yang menjadi persyaratannya antara lain:
Menggunakan sebanyak mungkin bahan baku dan sumber energi setempat dan sesedikit mungkin     menggunakan bahan import
Jumlah produksi harus cukup dan mutu produksi harus dapat diterima oleh pasaran baik di dalam negeri maupun luar negeri
Menjamin agar hasil dapat diangkut ke pasar dengan sarana angkutan yang ada dan yang masih dapat dikembangkan
Memperlihatkan tersedianya peralatan serta operasi dan perawatannya
b. Persyaratan sosial
Yang menjadi persyaratannya antara lain:
Memanfaatkan keterampilan yang sudah ada
Menjamin timbulnya lapangan kerja yang baru yang dapat terus berkembang
Menekan seminimum mungkin pergeseran tenaga kerja yang mengakibatkan bertambahnya pengengguran dan setengah pengangguran
Membatasi sejauh mungkin timbulnya ketegangan sosial dan budaya

ILMU PENGETAHUAN
Beberapa dampak positif dan negatif dari perkembangan Teknologi terkait dengan dunia Pendidikan yaitu ;
a.  Dampak Positif
      1.   Munculnya Media Massa, khususnya Media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat Pendidikan, seperti jaringan internet.
                   Dampak dari hal ini yaitu guru bukanlah satu-satunya sumber ilmu pengetahuan, sehingga siswa dalam belajar tidak perlu terlalu terpaku terhadap informasi yang diajarkan oleh guru, tetapi juga bisa mengakses materi pelajaran langsung dari internet, oleh karena itu guru disini bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing siswa untuk mengarahkan dan memantau jalannya pendidikan, agar siswa tidak salah arah dalam menggunakan Media Informasi dan Komunikasi dalam pembelajaran.      
      2.   Sistem pembelajaran tidak harus melalui tatap muka
                   Selama ini, proses pembelajaran yang kita kenal yaitu adanya pembelajaran yang disampaikan hanya dengan tatap muka langsung, namun dengan adanya kemajuan teknologi, proses pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga  menggunakan jasa pos Internet dan lain-lain.
      3.   Adanya sistem pengolahan data hasil penilaian yang menggunakan pemamfaatan Teknologi.
                   Dulu, ketika orang melakukan sebuah penelitian, maka untuk melakukan analisis terhadap data yang sudah diperoleh harus dianalisis dan dihitung secara manual. Namun setelah adanya perkembangan IPTEK, semua tugasnya yang dulunya dikerjakan dengan manual dan membutuhkan waktu yang cukup lama, menjadi sesuatu yang mudah untuk dikerjakan, yaitu dengan menggunakan media teknologi, seperti Komputer, yang dapat mengolah data dengan memanfaatkan berbagai program.
      4.   Pemenuhan  Kebutuhan akan Fasilitas Pendidikan dapat Dipenuhi dengan Cepat
                   Dalam bidang pendidikan tentu banyak hal dan bahan yang harus dipersiapkan, salah satu contoh, yaitu ;
a.    penggandaan soal ujian, dengan adanya mesin foto copy untuk memenuhi kebutuhan akan jumlah soal yang banyak tentu membutuhkan  waktu yang lama untuk mengerjakannya kalau dilakukan secara manual. Tapi dengan perkembangan teknologi semuanya itu dapat dilakukan hanya dalam waktu yang singkat.
 
b.    Dampak Negatif
Disamping dampak positif yang ditimbulkan oleh perkembangan IPTEK, juga akan muncul dampak negatif yang akan ditimbulkan oleh perkembangan IPTEK dalam proses pendidikan, antara lain ;
 
1.   Siswa menjadi malas belajar
                Dengan adanya peralatan yang seharusnya dapat memudahkan siswa dalam belajar, seperti laptop dengan jaringan internet, ini malah sering membuat siswa menjadi malas belajar, terkadang banyak diantara mereka yang menghabiskan waktunya untuk internetan yang hanya mendatangkan kesenangan semata, seperti  ; Facebook, Chating, Twitter dan lain-lain, yang semuanya itu tentu akan berpengaruh terhadap minat belajar siswa.
2.   Kerahasiaan alat tes untuk pendidikan semakin terancam
                Selama ini sering kita melihat dan mendengar di siaran TV, tentang adanya kebocoran soal ujian, ini merupakan salah satu akibat dari penyalahgunaan teknologi, karena dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin canggih, maka dengan mudah dapat mengakses informasi dari satu daerah ke daerah lain, inilah yang dilakukan oleh oknum untuk melakukan penyelewengan terkait dengan kebocoran soal ujian,  sehingga kejadian ini sering meresahkan pemerintah dan masyarakat.
3.   Adanya penyalahgunaan system pengolah data yang menggunakan Teknologi.
                   Dengan adanya pengolahan data dengan system Teknologi, sering akli kita temukan adanya terjadi kecurangan dalam melakukan analisis data hasil penelitian yang dilakukan oleh siswa dan bahkan mahasiswa, ini mereka lakukan untuk mempermudah kepentingan pribadi, dengan mengabaikan hasil penelitian yang dilakukan.
 
Kemiskinan


Berbagai persoalan kemiskinan penduduk memang menarik untuk disimak dari berbagai aspek, sosial, ekonomi, psikologi dan politik. Aspek sosial terutama akibat terbatasnya interaksi sosial dan penguasaan informasi. Aspek ekonomi akan tampak pada terbatasnya pemilikan alat produksi, upah kecil, daya tawar rendah, tabungan nihil, lemah mengantisipasi peluang. Dari aspek psikologi terutama akibat rasa rendah diri, fatalisme, malas, dan rasa terisolir. Sedangkan, dari aspek politik berkaitan dengan kecilnya akses terhadap berbagai fasilitas dan kesempatan, diskriminatif, posisi lemah dalam proses pengambil keputusan.
     Kemiskinan dapat dibedakan menjadi tiga pengertian: kemiskinan absolut, kemiskinan relatif dan kemiskinan kultural. Seseorang termasuk golongan miskin absolut apabila hasil pendapatannya berada di bawah garis kemiskinan, tidak cukup untak memenuhi kebutuhan hidup minimum: pangan, sandang, kesehatan, papan, pendidikan. Seseorang yang tergolong miskin relatif sebenarnya telah hidup di atas garis kemiskinan namun masih berada di bawah kemampuan masyarakat sekitarnya. Sedang miskin kultural berkaitan erat dengan sikap seseorang atau sekelompok masyarakat yang tidak mau berusaha memperbaiki tingkat kehidupannya sekalipun ada usaha dari pihak lain yang membantunya.
Mari kita jelaskan makna dari Hubungan Antara Pengetahuan dan Kemampuan Masyarakat pada umumnya ialah ...
  •      Masalah yang cukup pelik serta mendasar yang dialami di negara yang sedang berkembang seperti halnya Indonesia adalah masalah transformasi industri melalui pengalihan, penerapan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  •      Ada beberapa prinsip yang perlu dilaksanakan di dalam penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk pembangunan bangsa. Prinsip-prinsip ini merupakan suatu pola dasar yang perlu kita pegang agar penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi itu benar-benar bermanfaat dan berfungsi optimal bagi pembangunan bangsa, antara lain.
  • Perlunya diselenggarakan pendidikan dan latihan di dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang relevan untuk keperluan pembangunan bangsa;
  • Perlu dikembangkan suatu konsep yang jelas, realistis serta yang dilaksanakan secara konsekuen tentang masyarakat yang ingin dibangun di masa depan serta teknologi-teknologi yang diperlukan untuk mewujudkannya;
  • Teknologi hanya dapat dialihkan, diterapkan dan dikembangkan lebih lanjut jika mereka benar-benar diterapkan pada pemecahan problem-problem yang kongkret;
  • Bangsa yang ingin maju/mengembangkan dirinya secara teknologis harus bertekad berusaha sendiri memecahkan masalah-masalahnya ;
  • Pada tahap-tahap permulaan transformasi dirinya menjadi suatu bangsa teknologi maju, setiap negara harus melindungi perkembangan kemampuan nasionalnya di bidang teknologi hingga saat tercapainya kemapuan bersaing secara internasional.

Tahap-tahap Transformasi yang harus kita tau mengenai kemajuan Teknologi
     Proses transformasi suatu masyarakat menjadi suatu bangsa yang maju teknologinya dan industrinya dapat dipikirkan terdiri dari empat tahap yang bertumpang tindih, antara lain.
yang pertama adalah Tahap pertama dan yang mendasar adalah tahap penggunaan teknologi-teknologi yang telah ada di dunia ini untuk proses-proses nilai tambah dalam rangka produksi barang-barang yang telah ada di pasaran. Melalui tahap ini akan dikembangkan kemampuan untuk memahami desain-desain serta teknik-teknik cara-cara peroduksi yang lebih maju yang telah dikembangkan di luar negeri;
lalu Tahap kedua adalah tahap integrasi teknologi-teknologi yang telah ada ke dalam desain dan produksi barang-barang yang baru sama sekali, artinya yang belum ada di pasaran. Pada tahap ini akan ditingkatkan keahlian-keahlian lain terutama keahlian di dalam melakukan integrasi dan optimisasi komponen-komponen ke dalam sistem-sistem baru;
dan Tahap ketiga adalah tahap pengembangan teknologi itu sendiri. Di dalam tahap ini, teknologi-teknologi yang telah ada dikembangkan lebih lanjut. Teknologi-teknologi barupun lebih dikembangkan lagi. Kesemuanya itu dilakukan dalam rangka merancang produk-produk masa depan. Tahap ketiga ini merupakan tahap dilakukanya inovasi-inovasi, tahap diciptakannya teknologi-teknologi untuk komponen-komponen yang akan menjadi bagian dari produk-produk yang pada zamannya masing-masingakan menjadi produk yang secara teknologis terbaik di dalam bidang masih-masih.
Tahap keempat adalah tahap pelaksanaan penelitian dasar secara besar-besaran. Perkembangan baru di bidang informatika, di dalam bidang teknologi pengendalian dan di dalam bidang teknologi komputer pada saat inipun sedang mengantarkan cara-cara hidup dan bekerja baru di negara-negara industri maju. Walaupun negara-negara sedang berkembang ikut pula melakukan investasi dibidang penelitian dasar ini, banyak diantaranya berpandangan bahwa sumbersumber daya keuangan, prasarana serta manusia yang langka itu lebih dapat di manfaatkan untuk tugas-tugas lain yang lebih mendesak.
Disini dijelaskan mengenai "Keterkaitan Antara Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kemiskinan"
      Keterkaitan antara ilmu pengetahuan, teknologi dan kemiskinan adalah sebuah problematika yang sudah terstruktur. Ketika suatu negara ingin mengembangkan sebuah teknologi tepat guna yang akan di sebarluaskan ke seluruh masyarakat pada negara tersebut maka daya kemampuan per individu adalah sebuah persoalan yang cukup pelik serta mendasar seperti yang telah di jabarkan diatas. Ketika seseorang terlahir dari keluarga yang bisa dikatakan hidup dalam garis kemiskinan, maka hal tersebut adalah hal yang menjadi persoalan yang sesungguhnya harus diselesaikan. Karena seperti halnya di Indonesia ketika orang tua ingin memberikan anaknya pendidikan yang memadai, kedua orang tua tersebut harus bisa melunasi seluruh pembayaran yang sudah menjadi ketentuan untuk bisa mendapatkan pendidikan yang memadai di sekolah tersebut sehingga anak tersebut bisa mendapatkan ilmu pengetahuan yang seharusnya bisa ia dapatkan. Dan ketika sebuah teknologi baru tepat guna tercipta maka individu atau anak tersebut bisa memahami dan menggunakan teknologi tersebut.
REFERENSI:
Hartomo, Drs. H. 1993, ILMU SOSIAL DASAR, Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kemiskinan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar